:: Kembaran siangmalam ::


Niya Adriane feat Farha Jalila Lokman


Bunga kembang seri,
Cantik dipandang di waktu pagi,
Harum mekar indah mewangi,
Jadi hiasan melengkapi hari,

Kuntum malam kembang sendiri,
Menarik rupa juga berseri,
Indah warna terang menyinari,
Pujangga hidup di malam hari,

Pujangga turut melambai kembali pada bunga-bunga,
Jelitanya bunga membuai pesona,
Sesekali rongga hidung turut menyapa,
Beralun lambat jiwa, hilang derita,
Terkadang lemas jantung disapa mesra.

Tak apa, tak apa kata jiwa,
Bisiknya lagi, ini derita bahagia,
Penawar parut parah luka, sebenarnya.

Parut itu, luka itu,
Jadi hiasan di setiap kelopak,
Jadi lukisan di setiap bahagian,
Megah, angkuh sebagai kuntuman,
Paling menawan menakluk taman,

Bedanya kita berbagi dua,
Tertarik jugak terhina,
Siapa salah siapa duga,
Cuma mata hati yang menilai berharga.

Parut itu, luka itu,
Ukirannya pada bunga,
Tapi terbekas pada jiwa.

Biar kita terbagi dua, tiga 
atau bilangan seterusnya,
Rela atau terpaksa,
Terima saja mata kita berbeza,
Mungkin saja bila-bila takkan sama,
Namun indahnya bunga masing-masing merasa.

Cuma bunga, bunga sejambak pagi,
Sekuntum di tengah malam hari,
Menanti sesuatu untuk berubah dimengerti,
Biar pada pandangan adil juga bersaksi.

Walau bunga itu menarik di siang hari,
Tapi tetap dia hilang seri bila tiba waktu,
kerana dia hanyalah biasa pandangan rupa,
Bernilai tidak, berseri cuma, 

Walau bunga dibasuh tangisan kecil dimalam hari,
Tapi tidak bunga itu tersanggup walau siapa pun
Mengusik hujung kelopaknya,
Kerana setiap inci kelopak kecil itu
Adalah suara rintihan riwayat kehidupan.


(" kuntuman bunga di pertengahan malam, lebih anggun dari jambangan bunga pagi hari..")